Kutoarjo, 3 Desember 2025 - PLN Icon Plus melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di tingkat sekolah vokasi. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Bina Utama Kendal pada 24-25 November 2025 dan dilanjutkan di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo pada 3 Desember 2025, dengan fokus pada penguatan kompetensi guru dan siswa melalui pelatihan konversi motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik.
Pelatihan diikuti oleh guru dan siswa yang mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur berpengalaman PT Braja Elektrik Motor. Peserta memperoleh pemahaman mulai dari sistem dasar motor listrik, instalasi baterai dan controller, hingga praktik langsung proses konversi berbasis standar keselamatan industri. Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga membuka wawasan tentang peluang ekonomi baru dalam ekosistem otomotif hijau, termasuk layanan servis konversi, pemeliharaan sistem EV, dan peluang technopreneurship.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang bagi pendidikan vokasi. “Program TJSL Pelatihan Konversi Motor Listrik bukan sekadar penyerahan unit konversi, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sekolah vokasi. Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman nyata, guru meningkatkan kapabilitasnya, dan sekolah dapat mengembangkan fasilitas praktik yang mendukung inovasi. Ini bagian dari komitmen PLN mendukung transisi energi bersih dan membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.
Kepala SMK Bina Utama Kendal, Santi Larasati, S.H., mengapresiasi pelatihan yang telah digelar di sekolahnya. “Kami berterima kasih kepada PLN dan PLN Icon Plus atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa kami, serta membuka peluang bagi sekolah untuk terus berinovasi dalam pendidikan vokasi otomotif ramah lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Tri Yulianto, S.Kom., M.Pd, menyatakan apresiasinya atas program yang digelar di sekolahnya. “Pelatihan ini memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kompetensi guru dan siswa, sekaligus mendorong pengembangan fasilitas praktik dan inovasi di sekolah. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin memperkuat ekosistem pendidikan vokasi berbasis energi bersih,” tuturnya.
Program TJSL ini sejalan dengan upaya PLN Group dalam mendukung percepatan transisi energi bersih dan target nasional Net Zero Emission 2060. Selain penguatan kompetensi, program ini juga mendorong terbentuknya bengkel konversi di sekolah, peningkatan literasi energi bersih, pengurangan emisi, serta tumbuhnya ekosistem inovasi di tingkat lokal.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, PLN Icon Plus berharap dunia pendidikan, dunia industri, dan masyarakat dapat berjalan seiring dalam mendukung transisi energi nasional, sekaligus menyiapkan generasi muda Jawa Tengah yang siap menghadapi era elektrifikasi transportasi.