Batang, 09 Februari 2026 - Menyikapi teknologi kecerdasan artifisial, yang makin menjamur dalam segala lini kehidupan manusia, Polres Batang menggandeng organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), mengedukasi pelajar SMA/SMK. Hal tersebut sebagai upaya menyiapkan pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial, untuk kemudahan dunia pendidikan sekaligus melawan maraknya kabar bohong.
Kapolres Batang AKBP Veronica menegaskan, pelatihan ini untuk menyiapkan pelajar agar dapat mencerna setiap informasi yang cepat tersebar melalui teknologi kecerdasan artifisial. "Anak-anak kami bekali dengan kemampuan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial agar nanti bisa menggunakannya untuk bersaing menyambut era generasi emas 2045," tegasnya, di aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Senin (9/2/2026).
AKBP Veronica menegaskan, kegiatan pelatihan kecerdasan artifisial ini merupakan pertama kalinya digelar oleh Polda Jateng. Tujuannya mengedukasi pelajar untuk menyiapkan generasi emas yang melek teknologi.
Nara sumber dari Mafindo Semarang, Wahyu Ariyanto menerangkan, nantinya siswa akan lebih memiliki etika dalam menggunakan teknologi kecerdasan artifisial. Pelajar juga diedukasi tentang dasar-dasar pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam kegiatan sehari-hari.
"Seiring kemajuan teknologi kecerdasan artifisial, anak-anak remaja perlu diedukasi agar pemanfaatannya lebih tepat dan benar. Kami juga menyediakan platform aduan bagi pelajar apabila menemukan hoaks yang rawan tersebar melalui kecerdasan artifisial," tegasnya.
Respons positif ditunjukkan Keenan pelajar SMA Negeri 2 Batang yang sering memanfaatkan kecanggihan teknologi kecerdasan artifisial untuk memudahkan pencarian informasi. "Biasanya saya pakai untuk memastikan jawaban soal, atau mencari informasi penting lainnya," ungkapnya.
Meski seluruh informasi bisa dengan mudah diperoleh dengan bantuan kecerdasan artifisial, namun sebagai pelajar tetap perlu mendapat informasi yang benar. "Setiap informasi yang didapat perlu kita saring lagi, untuk memastikan kebenarannya," ujarnya.